Anak Pantai, Yuhuuuuuu..

photo (25)Jalan-jalan kali ini edisinya bareng unyil-unyil. Para sepupu yang senengnya lari-larian. Kalau jalan bareng mereka, seolah gak boleh ada kata capek. Harus punya baterai ekstra kuat loh. Macet hari itu luar biasa, berangkat dari Depok jam 7 malam, lah gak taunya tiba di pantai Karang Hawu pukul 3 pagi. Niat buat sewa villa kayaknya diurungkan saja. Harusnya sih kami sudah sampai jam 12 malam atau jam 1 pagi, karena perjalanan dari Depok ke pantai Karang Hawu harusnya hanya 4 sampai 6 jam saja.

Setibanya di pantai, kami bergegas mencari sarapan, meskipun belum jam makan hehe. Pilihan ini pun dilakukan karena parkiran pantai sudah penuh. Wow jam 3 pagi parkiran sudah penuh. Aku pikir, kami akan menjadi pengunjung pertama di pantai ini. Selesai sarapan, sekitar jam 4 pagi, akhirnya kami dapat tempat untuk parkir.

Karena para unyil sudah gak sabar, langsung deh si mama gelar tikar di pinggir pantai. Anehnya banyak sekali pengunjung yang sedang tidur di pinggiran. Pengunjung yang tertidur lelap ini tak takut masuk angin karena angin laut. Sepertinya para unyil pun gak takut masuk angin, mereka langsung menyerbu air begitu saja.

Tak terasa matahari pun semakin tinggi. Pengunjung yang tertidur pun satu persatu beranjak pergi meninggalkan alunan ombak. Unyil-unyil pun semakin semangat bermain air, ihh gak ada capeknya. Timbul ide untuk main kubur-kuburan di dalam pasir, dan akhirnya para unyil bersedia untuk meninggalkan air pantai. Satu persatu para unyil dikubur bergiliran, haha. Ini memang mainan yang sangat biasa dilakukan di pasir pantai. Namun permainan inilah yang berhasil membuat para unyil mau makan siang.

Adikku, Yudhi, sebagai unyil pertama

Adikku, Yudhi, sebagai unyil pertama

Sepupuku, Alfath, sebagai unyil kedua

Sepupuku, Alfath, sebagai unyil kedua

Sepupuku, Ray, sebagai unyil ketiga

Sepupuku, Ray, sebagai unyil ketiga

Sepupuku, Abhi, sebagai unyil keempat

Sepupuku, Abhi, sebagai unyil keempat

Sepupuku, Ubay, sebagai unyil kelima

Sepupuku, Ubay, sebagai unyil kelima

Keceriaan para unyil membuatku makin mengerti, bahwa kebahagiaan itu bisa tercipta dengan cara yang sangat sederhana.

(Edisi Libur Lebaran)

Iklan