Hebohnya Mengenalkan Sejarah Pada Malaikat Imut

photo (51)

“Su ro ji..”

Kira-kira kata itu lah yang disebutkan oleh malaikat imut bernama Ubay di dalam rumah. Sepupu kecilku membaca sebuah komik karangan mbak Irma Devita. Komik ini berjudul Sang Patriot, dan terbagi menjadi 3 seri.

“Suroji tuh yang ini ya?”

Kata salah satu malaikat imut lainnya bernama Abhi. Kali ini ada 2 sepupu kecilku yang sedang hinggap di rumahku. Kedua malaikat kecil ini memegang komik Sang Patriot, seri 2, dan seri 3.

photo (52)

“Wuihh ada peta!”
“Ini di hutan ya?”
“Ada macannya gede banget!”
“Gede banget macannya, orang kelewat!”, maksudnya besarnya macan melebihi besarnya manusia di dalam gambar itu.
“Ini uler, ada macan lagi, dihutannya banyak banget binatang!”
“Uang jaman dulu, seratus rupiah ada bacaannya!”
“Ngueeenngggg tiarap tiarappp, ahh pake pesawat sih dianya, curang!”
“Ini ada disini gak yang naik teng terus perang ditembak?”, maksudnya adakah gambar peperangan yang menggunakan tank.
“Keren nih, yg gambar!” Pernyataan ubay saat selesai membaca 1 buah komik.

Selesai membaca, Ubay kembali mengunjungi halaman 50. Dia memperhatikan gambar-gambar kapten pada halaman tersebut. Ada beberapa letak gambar kapten yang tak ada isinya, dan dia pun bertanya “ini siapa kok kosong?”. Sayangnya aku pun tak bisa menjawab pertanyaan polos adik sepupuku itu. Namun antusiasnya dalam membaca sungguh besar. Dia kembali membolak-balik halaman dan memperhatikan gambarnya satu-persatu. Tangannya pun gatal untuk memberikan warna pada beberapa gambar. Tapi tentu tidak aku perbolehkan, hehehe..

“Kakero apa?”
“Suroji yang ini ya?”
“Suroji Jepang ya?”, maksudnya apakah Kapten Suroji adalah orang Jepang. Bukan, kapten ini adalah orang Indonesia yang berjuang pada masa penjajahan Jepang. Tak berbeda dengan Ubay, Abhi pun bertanya “Aku boleh warnain bukunya gak?”, dan tentu jawabannya adalah tidak. Akhirnya dia pun hanya dapat menikmati keindahan gambar dengan kembali membolak-balik halaman komik.

Kedua malaikat imut ini menutup kekepoan mereka dengan berkata “ada komik yang lain lagi gak? tapi yang perang-perangan gini” maksudnya adalah komik sejarah Indonesia. Sayangnya belum aku temukan, namun mungkin ada. Aku jawab pada Abhi dan Ubay “belum, nanti ya kalo ada aku bawain.”

Mengenalkan sejarah pada anak-anak memang membutuhkan beberapa trik. Maklum sejarah terkadang memang membosankan. Namun hal ini akan menjadi menarik jika dikemas dengan baik. Terima kasih kepada mbak Irma Devita dan mas Aan, yang sudah menciptakan komik ajaib ini. Kedua sepupuku sungguh tertarik membacanya. Bahkan pada seri yang pertama, malaikat imut, sepupu kecilku yang bernama Ali pun begitu semangat membacanya.

Semoga saja dengan adanya komik bersejarah buatan mbak Irma, mampu menginspirasi banyak komikus atau sejarawan untuk menghasilkan komik sejarah lainnya. Rasanya hal ini adalah s

alah satu cara pengenalan yang baik untuk para malaikat imut lainnya.

Iklan