Jepang? Indonesia Dulu Deh!!

Sore ini aku digodain sama rekan kerjaku, Dewi. Dia dapat info dari temannya kalau ada tiket diskon ke Jepang. Cuma dengan 3 juta rupiah per orang, dia bilang kalau kita bertiga bisa jalan-jalan ke negeri sakura itu.

“Belum bikin paspor, belum penginapan, erpoteks, sama biaya-biaya lain, Dew”, awalnya alasanku begitu.

“Yaelah bikin paspor cuma 400ribu, nanti nginepnya di apartemen temen gue disana” bantah Dewi.

chidori-is-the-cherry-blossoms-177243_640

Nazarku adalah jalan-jalan ke 20 kota di Indonesia, baru pergi ke luar negeri. Meskipun dulu pacarku pernah ngajak liburan ke Thailand, itu langsung aku tolak dengan alasan nazarku itu. Mau gak mau nazar itu terucap lagi untuk Dewi.

Aku belum sempat ke 20 kota di Indonesia. Baru ada kota yang sempat ku kunjungi. Karena aku tinggal di Depok, Jabodetabek tentu tidak aku masukkan ke dalam daftar 20 kota dong. Kota pertama yang aku kunjungi adalah Yogyakarta, dan aku datang sewaktu SMP. Rasa jatuh cinta terhadap kota pelajar tersebut membuatku tak bosan untuk kembali lagi kesana meskipun sudah berkali-kali. Aku pun gak bosan mengunjungi Candi Prambanan dan Candi Borobudur tiap kunjungan kesana. Bahkan kunjungan wajib ke malioboro saat malam sepertinya bukan jadi tawaran lagi.

Kunjungan keduaku adalah Bandung, ya entah apa yang aku ingat disana, pastinya ke beberapa tempat wisata. Berjalan-jalan di sekiataran Dago atau mampir ke Kawah Putih itu sangat menarik loh. Kunjungan ketiga dan keempat kini tiba Semarang dan Solo. Aku sempat menyaksikan indahnya salah satu alun-alun di kota Semarang, dan makan nasi liwet murah meriah di kota Solo. Kunjunganpun dilanjutkan ke Purwokerto, dimana aku mendapatkan banyak oleh-oleh pajangan dan tempe mendoan disana.

Jalan-jalan gak berhenti disitu, lanjut ke kunjungan keenam yaitu ke kota Padang. Meski gak sempat pose di jam gadang, aku puas kok mengunjungi tempat bersejarah tentang Malin Kundang. Sayangnya saat kesana air sedang pasang, jadi gak bisa mampir ke pulau Pisang. Gak kalah keren adalah kunjunganku ke kota Palu, menikmati sunset di salah satu teluk sambil makan jagung bakar itu sesuatu banget loh.

Dari kota Palu, aku melipir ke kota Mataram. Ya meskipun gak sempat mampir untuk menikmati indahnya pantai Kuta Lombok, aku senang bisa menikmati indahnya bentangan sawah yang padinya berwarna-warni. Aku pun dimanjakan dengan makanan khas ayam taliwang dan pajangan dari kayu hitam. Rezeki anak solehah pun datang lagi, giliran liburan ke Bali. Ya itulah Bali, sudah pasti emezing deh. Puranya, pantainya, tapi yang gak kalah menarik adalah satu galeri lukisan di Pura Ulun Danu, keren banget!.

Jalan-jalan terakhirku adalah ke kota Lampung. Meskipun belum kesampaian untuk berdayung menikmati indahnya tarian lumba-lumba, tentu gak membuat aku kecewa. Kenapa? karena aku dimanjakan dengan makan malam di salah satu bukit yang indaaaaahhhh banget.

Di tulisan ini sih gak tergambar gimana keseruan dan keindahannya ya. Mudah-mudahan sih aku sempat mengulas satu per satu kunjunganku kesana, hihi. Eitss balik lagi ke topik utama. Temanku, Dewi, dia masih saja menggodaku dengan memperlihatkan foto-foto tentang suasana di Jepang. “Disana musim salju loh, nih bunga sakuranya keren, ada patung haciko juga” rayunya. Tapi lagi-lagi rayuannya gak membuat aku terpikat. Bagiku Indonesia terlalu indah untuk dilewatkan. Kalo kata Dewi sih kata-kata yang aku ucapkan kayak slogan di tipi.

Tapi itulah nyatanya. Indonesia terlalu indah untuk dilewatkan. Bukan gak berarti gak mau jalan-jalan ke luar negeri. Pasti mau dong! Ada Thailand, Paris, Jerman, dan Belanda yang menjadi targetku. Cuma ya kembali ke nazar, harus 20 kota di Indonesia dulu! Untuk yang ingin jalan-jalan ke luar negeri, silahkan saja, tapi coba lirik dulu yang dalam negeri, indah loh 😀

Iklan