Gak Pakai Kondom? Yakin Pasanganmu Bersih?

Punya pacar?

Berapa kali pacaran?

Pernah berhubungan seksual?

Pakai kondom gak?

Yakin pasangan kamu bersih?

aids-209370_640

Ungkapan cinta pada sepasang kekasih, kebanyakan diungkapkan dengan seksualitas katanya. Sekedar berpegangan tangan, mengelus pipi, mencium kening, mencium bibir, meraba bagian-bagian yang sensitif, hingga berhubungan seksual. Hal ini dianggap wajar bagi beberapa orang. Selama proses memadu kasih, ada tipe yang setia pada pasangannya hingga menikah, ada yang putus di tengah jalan kemudian berpasangan lagi dengan orang lain, bahkan ada pula yang memang hobi bergonta-ganti pasangan.

Melihat perilaku pacaran zaman sekarang, rasanya cukup menegangkan. Beberapa orang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, baik bagi pasangan yang belum menikah, maupun yang sudah menikah. Ada sedikit orang yang saya kenal, dan melakukan hal demikian. Saya tak mau membahas pasangan yang berhubungan seksual lalu menikah, malah akan saya ucapkan selamat. Tapi bahasan tertuju pada pasangan yang hobi berhubungan dengan orang lain, saya akan katakan kasihan. Kenapa kasihan? Yaiyalah, pasangan itu tentu beresiko terkena penyakit HIV/AIDS.

Human Immunodeficency Virus (HIV) adalah sebuah virus yang menyerang sel darah putih, dan menyebabkan AIDS. Banyak masyarakat yang menyebutkan bahwa Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sebuah penyakit. Di artikel saya sebelumnya pun saya masih menyebut bahwa AIDS adalah sebuah penyakit. Namun saya salah, karena AIDS adalah kondisi bukan penyakit yang terjadi pada seseorang yang sudah tertular HIV. Menurut Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), penularan ini akan merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga bagi orang yang terkena HIV akan sulit sembuh dari suatu penyakit. Ingat ya, HIV bukan penyakit, tapi sistem kekebalan tubuhnya sudah tidak dalam kondisi yang baik. Jadi jangan sebut pasien HIV/AIDS, tapi sebut ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

Penularan HIV/AIDS dapat terjadi salah satunya melalui hubungan seksual. Proses dimana penis masuk ke dalam vagina, tentu dengan orang yang sudah tertular HIV. Tentunya penularan ini terjadi pada hubungan berbeda jenis dong. Lalu apakah berhubungan sesama jenis tidak akan tertular? Tetap saja ada resiko untuk tertular. Karena hubungan seks anal dengan memasukan penis ke dalam anus (perempuan atau laki-laki) kepada pasangan yang sudah positif HIV pun tetap akan menularkan.

Menurut Pernas AIDS V, penularan ini tidak melulu berlaku pada hubungan seksual, tapi bisa juga loh tertular dari hubungan seks oral, seperti merangsang penis (Fellatio), dan vagina (Cunnilingus), menggunakan mulut. Air mani yang tumpah di rongga mulut, atau cairan vagina yang terhisap, memiliki resiko penularan HIV jika ada luka di bibir pasangannya. Sayangnya, pada awal penularan, seseorang tidak akan menyadari bahwa dirinya sudah tertular HIV. Akibatnya, ketidaksadaran ini dapat menularkan pasangannya.

Penyebaran virus ini terbagi menjadi 2 jalur, yaitu jalur horizontal dan vertikal. Jalur horizontal tercipta apabila laki-laki positif HIV menularkannya kepada perempuan atau pasangannya. Sedangkan jalur vertikal terjadi akibat perempuan yang tertular dari laki-laki, dan menularkan kepada anaknya. Penularan kepada anak bisa terjadi dari air susu yang diminum. Eits penularan tak hanya dari situ loh. Perilaku nakal seperti kawin – cerai dan berhubungan dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) pun menjadi penyebab utamanya.

Hobi kawin – cerai beresiko besar dalam penularan. Bayangkan saja jika si pak Oon menikah dengan ibu Oot, kemudian cerai. Lalu pak Oon menikah lagi dengan ibu Uut, yang sebelumnya sudah menikah dengan pak Uun. Ternyata sebelumnya pak Uun sudah pernah menikah dengan ibu Aat, yang ternyata pun sudah pernah menikah dengan pak Aat yang sering berhubungan seksual dengan PSK HIV positif. Rantai penularan ini cukup rumit, namun tak menutup kemungkinan kalau pak Oon akan tertular HIV yang bersumber dari PSK itu, walau pak Oon hanya berhubungan seksual dengan ibu Uut.

Lalu bagaimana cara mencegah penularan?

Cara yang paling mudah untuk mencegahnya adalah dengan menggunakan kondom. Dengan menggunakan kondom, akan menurunkan tingkat resiko penularan HIV. Meskipun untuk sebagian orang berkata “kalau pakai kondom, gak berasa, gak enak, mending gak pakai” *lohh* ya monggo silahkan saja kalau mau tertular. Tapi, kalau dibilang Tuhan itu adil, ya memang adil, karena bagi orang yang positif HIV masih memiliki peluang untuk memiliki keturunan negatif HIV, tentu dengan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Sebenarnya ODHA tidak berbeda dengan kita yang bukan bagian dari mereka. Mereka juga punya hak dan kesempatan yang sama dengan kita, bahkan dengan orang yang menderita penyakit lainnya. Mereka pun berhak menerima perlakuan normal dan tidak diasingkan. Jadi untuk sekedar berenang bersama ODHA bukan lah hal yang dilarang untuk dilakukan. Bahkan jika ODHA batuk atau bersin di depan kita pun tak perpengaruh pada penularan HIV. Untuk sekedar tidur bersebalahan pun tak perlu takut tertular karena gigitan nyamuk. Karena sebenarnya nyamuk itu menghisap darah, bukan memompa darah. Sehingga darah ODHA yang ada di dalam nyamuk tak akan masuk ke darah kita.

Jika pasanganmu adalah ODHA, janganlah takut untuk sekedar berjabat tangan, berbagi alat makan, bahkan berciuman. Karena ketiga hal tersebut bukanlah jalur penularan HIV. Yang harus kamu takutkan adalah berhubungan tanpa menggunakan kondom. Karena cairan yang akan dikeluarkan penis atau vagina itu lah salah satu penyebab utama penularannya. Kalau kamu masih bandel juga, siap-siap saja terkena IMS.

Infeksi Menular Seksual (IMS) yang ditularkan melalui hubungan seksual melalui vagina, anus, atau mulut, dan memiliki resiko lebih besar untuk tertular HIV. Gejala awal yang akan muncul memang tergantung dari jenis IMS yang di derita. Namun beberapa gejala yang biasa terjadi adalah timbul nanah dari penis, vagina, atau anus. Rasa nyeri atau panas saat buang air kecil pun menjadi salah satu ciri gejala ini. Timbulnya genjolan, bintil, atau luka pada penis, vagina, dan mulut, atau bahkan pembengkakan pada pangkal paha menjadi ciri yang harus di waspadai. Hati-hati jika terjadi pendarahan setelah berhubungan kelamin, bisa saja ini menjadi suatu tanda bahwa kamu menderita IMS. Bahkan nyeri pada perut bawah untuk wanita, dan nyeri pelir pada pria, merupakan salah satu gejala bahwa IMS sudah -singgah di tubuh Anda. Kalau sudah terkena IMS, siap-siaplah terkena HIV/AIDS. Untuk itu jangan lupa pakai kondom dan jaga perilaku berhubungan seksual ya :D.

Iklan