Turis Lokal pun Belum Tentu Bisa Kesini

Di Bali pakai jaket tebal? Wow rasanya bukan pemandangan yang biasa terlihat. Biasanya hampir kebanyakan orang akan menggunakan baju tanpa lengan dan celana sedikit pendek, bahkan lebih. Tapi sepertinya bukan edisi kali ini aku berpakaian begitu, hehe..

photo(16)

Apa yang kamu tahu dengan Bali? Wisata pantainya yang indah? Bule bertebaran dimana-mana? Atau Pura di setiap sudut? Sepertinya ketiga hal itu tak asing lagi dan banyak pula yang tahu. Liburan ke Bali kali ini, aku disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Penuh perjuangan mengitari gunung, menelusuri danau, dan berperang dengan bukit. Rasanya pakaian jaket tebal adalah busana terbaik kali ini. Ya, aku berkeliling wilayah Kintamani.

Di Kintamani, banyak pemandangan menarik yang bisa kita temui. Sayangnya untuk mencapai ke tempat ini, harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Kuta Bali. Untuk masuk ke dalam pun banyak sekali penjaganya, dan jarang ada turis internasional maupun turis lokal yang berkunjung ke tampat ini. Paling-paling pengujung hanya menikmati pemandangan dari pinggir jalan saja, atau beristirahat sambil makan di beberapa restoran yang memang sengaja menghadap ke tempat ini. Diawali dengan mengitari danau di daerah Pura Ulun Danu Batur. Aku bersama teman lainnya menyusuri awal danau hingga ujung menggunakan motor, dan jalanannya tak semulus yang dibayangkan. Banyak gelombang dan pasir yang berserakan. Tak ayal lubangpun turut menghiasi perjalanan kami. Tapi begitu sampai di ujung danau, rintangan itu terkalahkan dengan pemandangannya yang luar biasa.

photo(17) photo(18)Awan dilangit seperti dilukis, sungguh sempurna. Perpaduan warna biru pun turut menari dan makin menghidupkan suasana. Belum lagi ditambah kilauan dari air danau itu, wah menakjubkan. Di satu sisi danau ada pula pemakaman warga, namun harus menggunakan perahu untuk menjangkaunya. Sayangnya aku tak bisa berkunjung kesana, karena tentunya membutuhkan tambahan biaya untuk menyewa perahu. Belum lagi, sedang ada sembahyang dan kunjungan keluarga ke makam, makin padat pasti. Alasan uang dan tak mau mengganggu hikmatnya upacara pun menjadi penggembira bagiku untuk mengurungkan niat mampir kesana. Ya semoga saja lain kali aku berkunjung lagi dan bisa menikmati pemandangan yang lebih indah dari sini.

Iklan