Katakanlah Kalau Itu Kreatif!

Ada-ada saja memang tingkah laku anak-anak. Mereka dapat memanfaatkan benda apapun di sekitarnya menjadi sebuah permainan yang mengasyikan. Jika julukan nakal diberikan pada anak kecil, aku rasa itu kurang tepat. Predikat yang lebih sesuai adalah kreatif.

Seketika persediaan plastik ukuran setengah kilo, yang biasa digunakan untuk membuat es batu, habis. Penyebabnya adalah plastik ini menjadi  permainan baru bagi salah satu malaikat kecilku (sepupuku), Ubay..

Plastik yang mulanya lurus gemulai namun kokoh, ditarik hingga memanjang. Kemudian ditiup, direnggangkan perlahan, ditarik lagi, dan begitu berulang-ulang.

“Ade, itu plastik buat apa?” Tanyaku pada sepupuku, Ubay.
“Buat bikin balon” jawabnya dengan ekpresi datar.
“Haduhhhh abis deh plastik mamaaa” ucap ibunya kepada Ubay.

Bolak-balik ke dapur mengambil plastik lembar demi lembaran. Plastikpun di tarik, pecah, ganti yang baru, dan begitu saja terus. Hingga beberapa plastik terakhir yang tersisa, akhirnya sebuah balon pun berhasil ia buat.

photo 1 (1)

photo 3 (1)

Inilah balon uang Ubay maksud. Susah payah sudah, plastik yang disebut balon itu pun diisi dengan air, untuk kemudian di lemparkan ke atas, dan akhirnya jatuh, lalu pecah. Hahahaaa bagi kita mungkin ini hal yang biasa saja. Tapi bagi Ubay dan mungkin anak-anak seumurnya, hal tersebut menjadi permainan yang menyenangkan. Unik memang, dan itulah salah satu kreativitas, dan bukanlah kenakalan.

Iklan