Selamat Ulang Tahun, Ayah Terhebat!!

best-951473_960_720

Hari ini adalah hari ulang tahun ayahku. Hemmm keberapa yaa? ada deh haha. Sosok seorang pendiam dan agak kaku ini sungguh membanggakan bagiku. Bagaimana beliau selalu berusaha yang terbaik untukku dan keluarga kecilnya.

Sikapnya yang pendiam baru ku rasakan ketika aku mulai beranjak dewasa. Mungkin karena aku terlalu banyak di luar rumah, dan begitu juga dengannya. Sering sekali aku menjadi korban keacuhannya. Sok gak perduli sih sebenarnya. Dia tak suka melihatku tidur bersama Linka, kelinci ku. Dia pun tak suka melihatku pulang ke rumah larut malam atau bahkan melihat motorku tak ku bawa pulang dan ku titipkan di parkiran stasiun atau kantor. Jika sudah kumat tak sukanya, jadilah aku seperti berbicara dengan tembok. Tapi sebenarnya ambekannya ini beralasan. Dia tak ingin aku sakit, tak ingin uangku habis untuk membayar parkiran kendaraan menginap di stasiun, atau bahkan tak ingin motor kesayanganku rusak bahkan lenyap. Intinya dia ingin semua yang terbaik untukku.

Jika sudah begitu, aku jadi teringat masa kecilku dulu. Aku yang sering tertidur di depan televisi, akan digendong olehnya dan dipindahkan ke kamarku. Terakhir kali aku digendong adalah saat aku kelas 1 SMA kalau tidak salah. Saat itu aku tertidur, dan dia bergegas memindahkanku, tapi aku terbangun. Karena aku rindu akan gendongannya, aku pun tetap berpura-pura tidur hingga ayahku menutup pintu kamarku.

Jika sudah begini, jadi ingat cerita ibu dan nenekku. Mereka pernah berkata kalau sewaktu aku kecil, antara batita hingga balita, aku senang duduk di pundak ayahku pada saat dia nyetir mobil. Hahahaa memang bahaya sih, tapi aku cukup nakal kala itu. Kalau tidak begitu, aku tak mau naik dan biasanya pun jadi ngambek.

Sayangnya saat ini ayahku tak sesehat dulu. Maklum, mungkin saja faktor u “umur” hihihi.. Ayah yang dulu kuat push up dengan beban ibuku di atas punggungnya, kini mengangkat galon air 9L saja sudah ngos-ngosan. Penyakit infeksi parunya belum juga pulih. Sudah hampir 2 tahun iya merasakan sakit di dadanya bahkan hingga sesak napas. Memang salahnya sih, gemar merokok dan begadang, plus ditambah kopi. Belum lagi hobi memancingnya yang dapat mengalahkan segala kegiatan hariannya. Kalau sudah mancing bisa dari pukul 6 pagi hingga 9 malam. Hemmm tapi kebiasaan buruknya itu sudah beliau lupakan semenjak di rawat di rumah sakit di 2014 lalu. Meskipun tak sekuat dulu, dia tetap ayah terbaik yang aku miliki. Karena dalam sakitnya pun, ia tetap bekerja tak tak betah hanya berdiam diri dirumah.

Selamat ulang tahun, Ayah. Semoga diberikan usia yang berkualitas dan segera diberikan kesembuhan.

Dan aku yakin ayahku hanya menjawab “iya” dengan wajah datarnya..

524579_508396362556611_737052645_n

Iklan