Hindari Kesalahan dalam Memilih Produk Asuransi

Di zaman sekarang, asuransi menjadi salah satu kebutuhan yang harus dimiliki, terlebih bagi mereka yang sudah berkeluarga. Asuransi yang berasal dari kata ‘insurance’ (Bahasa Inggris), yang berarti pertanggungan. Sehingga maksud dari asuransi itu sendiri adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua pihak, dalam hal ini tertanggung dan perusahaan asuransi.

 

Pihak pertama yaitu tertanggung, dan memiliki kewajiban untuk membayar iuran setiap bulannya, yang biasa disebut “premi”. Sedangkan pihak kedua memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada tertanggung jika terjadi sesuatu yang menimpa diri atau barang yang dimiliki tertanggung sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Saat ini banyak sekali perusahaan asuransi yang menawarkan berbagai produk asuransi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Mulai dari asuransi jiwa Indonesia, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi kendaraan, dan masih banyak lagi.

 

Dalam memilih produk asuransi tentunya tidak bisa dilakukan secara sembarangan, karena turut berpengaruh untuk masa depan kita. Dalam memilih asuransi, memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan akan menghindarkan dari kekecewaan di masa mendatang. Namun sayangnya tak sedikit kesalahan dibuat oleh beberapa orang dalam memilih asuransi. Alhasil asuransi yang dibeli tidak optimal karena kurang sesuai dengan kebutuhan.

 

Menyikapi hal ini, sebaiknya dalam memilih asuransi, hindari beberapa kesalahan berikut ini:

1. Uang pertanggungan kurang

Uang pertanggungan merupakan manfaat yang akan diberikan oleh perusahaan asuransi, berupa sejumlah uang jika tertanggung atau barang berharga yang dilindungi mengalami risiko buruk. Beberapa orang yang membeli produk asuransi terkadang tidak memperhatikan hal ini dengan baik. Padahal tujuan dalam membeli asuransi adalah adanya menghindarkan dari kerugian finansial dengan mendapatkan uang pertanggungan ini. Sehingga saat memilih produk asuransi, uang pertanggungan menjadi salah satu yang perlu diperhatikan. Karena semakin tahun manfaat uang pertanggungan semakin mengecil, maka sebaiknya pilih nilai uang pertanggungan asuransi yang cukup besar, sejalan dengan perkiraan biaya hidup keluarga.

 

2. Tidak fokus pada proteksi, melainkan investasi

Beberapa orang yang membeli asuransi jiwa lebih berfokus kepada nilai investasinya. Sehingga terkadang mengabaikan uang pertanggungan asuransi yang lebih penting. Memang benar bahwa nilai investasi akan digabungkan dengan uang pertanggungan saat tertanggung mengalami suatu risiko meninggal dunia, namun perlu diingat juga bahwa investasi merupakan hal yang tidak pasti. Tergantung dari kinerja instrumen yang sudah dipilih. Sehingga meskipun memiliki nilai investasi disamping mendapatkan uang pertanggungan, namun sifatnya tidak pasti. Jumlah pasti yang ditanggung oleh perusahaan asuransi hanya pada nilai uang pertanggungan.

 

3. Belum begitu memerlukan asuransi

Di zaman sekarang memiliki asuransi memang sangat disarankan, namun memiliki asuransi juga bisa menjadi suatu hal yang kurang tepat jika kamu berada pada kondisi tidak begitu membutuhkannya. Seperti misalnya pada asuransi jiwa, tujuan membeli asuransi adalah memberikan manfaat berupa uang pertanggungan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia. Sehingga bisa diartikan ahli waris di sini adalah yang terikat secara langsung pada kamu untuk masalah keuangan, bisa istri, anak, orang tua, dan yang lainnya. Jika kamu meninggal dunia atau sakit, mereka akan mengalami masalah finansial karena sumber penghasilan keluarga sudah tidak ada. Sehingga perlu untuk kamu memiliki asuransi jiwa untuk mengantisipasi hal ini terjadi.

 

4. Kesalahan dalam menulis tertanggung

Bagi kamu yang memilih produk asuransi jiwa Indonesia, perlu diketahui bahwa tertanggung adalah pihak yang jika mengalami risiko meninggal dunia atau sakit, maka perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang pertanggungan. Dalam menentukan tertanggung beberapa orang ada yang melakukan kesalahan. Seperti menetapkan istri atau anak yang tidak bekerja sebagai tertanggung.

 

Jadi, teliti dan bijaklah dalam memilih asuransi yang kamu butuhkan ya!

Semoga membantu, dan terima kasih sudah membaca tulisan ini 🙂