Merawat Kelinci Harus Pakai Hati

Sebenarnya merawat kelinci adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Gampangnya adalah kelinci gak banyak maunya dan gak bawel atau berisik. Susahnya adalah kondisinya yang cepat masuk angin. Kelinci masuk angin? Ya kata peternak itulah salah satu penyakit yang menjadi musuh besar bagi peternak kelinci.

Yang dibutuhkan dalam merawat kelinci adalah kebersihan dan ketelatenan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan kelinci, mulai dari kandang, makanan, hingga vitamin. Saat ini saya punya 2 ekor kelinci genit dirumah dengan ras angora english. Yang betina namanya Linka dan yang jantan bernama Lee. Nama panjangnya keren loh, Linka Brookly dan Lee Mardiasmo, haha mohon izin ya kalo namanya sama.

Linka itu kelinci betina yang lahirnya sama dengan tanggal lahirku, 27 Juli 2012, cuma beda tahun lahirnya aja. Warna bulunya dominan putih dengan  bercak simetris abu-abu broken di bagian bokong, punggung, kuping, dan mata. Seolah pakai shadow loh. Kupingnya melengkung sempurna kayak pakai bando. Konon katanya Linka ini berasal dari indukan kualitas kontes, makanya kondisinya oke banget. Dulu, ibu bapaknya Linka pernah memenangkan satu kontes bulu kalau gak salah. Berat badannya pun terjaga, makanannya tertakar dengan rapih dan bulu nya mudah diatur. Harga pasaran kualitas begini kisaran 300-500 ribu saat usianya 2-3 bulan. Kalo sekarang sih tinggal di kalkulasiin aja deh, eitsss tapi saya gak niat menjualnya sama sekali, sudah sangat jatuh cinta hahaha.

Lee juga kelinci ras angora english seperti Linka. Tapi dia hanya keturunan dari warga biasa. Bedanya kupingnya lebar agak melengkung dan kepalanya bagol, hehe. Warna bulunya gold kecoklatan. Coklatnya semakin pekat di bagian kepala khususnya hidung. Bulunya memang tak sehalus Linka, tapi gak kalah kece loh. Makannya banyak tapi tetap ku batasi biar gak obesitas. Pasaran harga untuk anakan jenis ini yang berumur 2-3 bulan tuh sekitar 150-200rb. Lee sedikit lebih tua beberapa bulan dari Linka. Dia lahir tanggal 5 Mei 2012. Kalau masih diberi umur, tahun ini kedua kelinciku berumur 3 tahun. Suatu kebanggaan buatku, karena biasanya aku cuma bisa merawat hingga usianya 1 tahun lewat dikit hehe. Meskipun saya menganggap hal ini adalah kebetulan, tapi berikut sedikit tips siapa tau kelincimu bisa lebih tua dari Linka dan Lee..

Dimulai dari kandang kelinci. Untuk  bagian kandang sebaiknya tidak terbuat dari kardus. Biasanya sih terbuat dari kayu dengan ventilasi atau pintu yang cukup besar. Ventilasi atau pintu ini memudahkan kita untuk membersihkan kandang dari kotoran atau sisa makanan. Kemudian lantai kandang kelinci sebaiknya terbuat dari potongan bambu yang diberi jarak satu jari atau sekitar 1 cm. Jarak berfungsi agar memudahkan kotoran kelinci jatuh ke bawah kandang dan tidak mengotori kandang. Selain itu hal ini juga dapat meminimalisir pengendapan pipisnya kelinci. Kandang sebaiknya juga dilapisi dengan plastik, karung, kardus, atau bahan penutup lain pada malam hari, fungsinya agar mencegah angin malam masuk ke dalam kandang. Penutup kandang ini menyesuaikan posisi kandang. Kalau posisi kandang berada di sisi tembok sih sepertinya cukup bagian depannya saja yang dilapisi penutup. Tapi jika tidak, sesuaikan saja dengan kondisinya. Kemudian jangan tutup kandang dengan pelapis pada siang hari, karena dapat menahan udara dari luar masuk ke dalam. Bisa-bisa nanti kelincinya kehabisan udara.

Makanan kelinci, banyak yang memberi sayuran sebagai makanan utama kelinci. Ini memang benar, kelinci bagus makan sayur. Namun yang harus diperhatikan adalah kadar air pada makanan yang diberikan. Makanan dengan kadar air yang tinggi dapat menyebabkan kelinci cepat kembung. Hal ini tentu berbahaya dan bisa membuat kelinci cepat mati. Hindari memberi makan kol terlalu banyak yaa, karena kandungan gas yang cukup tinggi bisa bikin perut kelinci jadi kembung lohhhh. Kalo boleh disarankan sih sebaiknya sayuran yang akan dikonsumsi si kelinci di jemur dulu seharian, kalau udah setengah kering atau sedikit layu, baru deh bisa dimakan kelinci. Layu loh ya bukan busuk. Ini juga berlaku untuk rerumputan yang dimakan. Kalo saya sih pakai makanan padat, pelet disebutnya. Ternyata bukan ikan aja yang makan pakai pelet, kelinci juga lohh. Ehh tapi peletnya beda, ini pelet kelinci bukan ikan. Biasanya saya pakai guyofeed. Tapi banyak juga makanan padat jenis lainnya yang bisa digunakan. Untuk takaran makanan sebaiknya disesuaikan aja. Kelinci memang hobinya makan, jadi makanan sebanyak apapun pasti habis. Cuma kalau sudah biasa di takar makanannya nanti akan terbiasa juga kok. Kalo kelinciku biasanya makan 2 kali, pagi dan malam, dengan takaran 1 cup es krim kecil untuk satu kali makan per kelinci. Kalau dikira-kira, satu minggu menghabiskan setengah kilo pelet guyofeed untuk satu kelinci.

Vitamin sangat penting untuk kelinci. Ada beberapa jenis yang dapat membantu pertumbuhan kelinci. Untuk menambah napsu makan, kelinci butuh vitamin b kompleks. Untuk mencegah dan mengobati infeksi, kelinci butuh tambahan vitamin namanya cavia drop. Untuk mengobati diare dan kembung, kelinci perlu obat yang namanya rebung, ini beda dengan rebung bambu loh yaa. Kemudian untuk memacu pertumbuhan, penggemukan, mempertebal dan menghaluskan bulu, meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkan stres, menambah napsu makan dan memperlancar pencernaan, kelinci butuh vitamin yabg namanya ti-rex. Kalau kelinci pilek flu batuk-batuk boleh diberi obat flu anak kok, tapi dengan takaran tertentu ya. Sesekali saya juga sering memberi obat maag secara berkala dengan takaran tertentu. Cara kasihnya gimana? Tergantung kebutuhan sih. Biasanya saya lihat dulu kondisinya untuk apa. Kalau untuk mengobati biasanya saya cekokin langsung ke mulut kelinci. Tapi kalau tujuannya hanya mencegah dan hanya sebagai perawatan rutin, dicairkan ke minumannya gak apa kok.

Salah satu faktor yang gak kalah penting menurutku adalah kasih sayang, cieeeeee.. Meskipun kelinci gak bisa bersuara, dia bisa merasakan dan merespon perhatian yang kita beri loh. Kedua kelinciku sudah hapal dengan bau badanku (asyemmm), begitu aku buka pintu belakang rumah, mereka langsung menungguku di depan pintu kandangnya. Maklum aku taro mereka di kandang belakang rumah. Mereka merespon gerakan kakiku dengan cepat. Jadi begitu aku buka pintu kandang, mereka udah siap mengigit jariku, haha. Bukan sih, mereka minta di elus-elus *eyahhh*. Kontak batin antara aku dan kelinciku pun tercipta dari siulan bibirku, uhuyyy. Begitu aku bersuara “cktckt” dia akan menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku. Aku pun tak ragu meletakkannya di atas kasur untuk sekedar bermain lari-larian. Sesekali mereka tiduran di sampingku atau menggangguku dengan mengigit, memeperkan kepala, atau menggaruk-garukkan tangannya ke arahku.

Entah apa namanya, tapi pastinya aku sangat menyayangi kedua kelinciku itu. Seandainya aku boleh meminta sesuatu, aku ingin Linka dan Lee hidup dengan usia yang sangat lama. Love u Linka Lee..

photo (8)

Iklan