Selamat Ulang Tahun Kakek Kelinci

happy-birthday-154242_640

Selasa, 12 Mei 2015, adalah hari dimana kelinci tertuaku ulang tahun yang ke-3, Lee namanya. Sebenarnya Lee bukanlah kelinci tertua, hanya saja dialah yang masih mampu bertahan menemaniku sampai saat ini. Ada kakak-kakaknya yang jauh lebih tua darinya namun sudah lebih dulu ke Surga.

Rasa bangga tentu ada, akhirnya aku berhasil merawat seekor kelinci hingga umur 3 tahun. Sayangnya aku tak mengerti perhitungan umur kelinci, bila usianya sekarang 3 tahun, pasti perhitungan di dunia kelinci lebih tua dari itu. Di usianya yang sekarang Lee sudah terlihat menua, beda sekali dengan Lee saat kecil dulu.

Dari kecil Lee hobi menjahili orang disekitarnya dan bersikap acuh kalau digoda. Hal yang sering dilakukan adalah berbaring si samping badan, mengigit atau menggaruk-garuk jika isyaratnya tak dihiraukan atau jika dia menggoda tapi tak direspon, bahkan terkadang jahil buang air kecil sembarangan. Tak hanya itu saja, Lee pun sangat sombong jika kita menggodanya, dia akan bersikap acuh, bak aktor misterius di televisi.

foto lee yang terbaring menggoda saat usianya 3 bulan

foto lee yang terbaring menggoda saat usianya 3 bulan

Sempat Lee mengalami sakit scabies, kalau di dunia manusia disebut kudis. Ini akibat aku kurang memperhatikan kelembaban lantai kandangnya. Sering terjadi endapan air kencing di bagian lantai kandang yang mengakibatkan lantai basah. Basahnya lantai bisa memicu penyakit kudis ini, dan mulanya timbul di bagian kaki di ujung-ujung jari. Kalau dibiarkan, scabies bisa menyebar ke telinga bahkan bagian depan hidung. Aku bersyukur Lee pun sembuh dari penyakit ini dengan penambahan suntikan ke dalam darahnya.

Selain scabies, Lee juga pernah sakit pilek dan bersin-bersin. Udah kayak manusia aja, hihi. Kalau yang ini biasanya terjadi di saat musim hujan atau sehabis makan rumput. Rumput yang kotor atau terdapat serangga kecil biasanya membuat Lee jadi rewel, hahaha berasa lagi merawat anak. Ya, memang itu yang aku lakukan, aku tak pernah menganggap Lee hanyalah seekor binatang. Untuk mengobati sakitnya aku memberi dia vitamin kelinci dan sirup flu anak. Biasanya aku beri dengan langsung meneteskan ke dalam mulutnya menggunakan jarum suntik. Eitsss hanya wadahnya loh, gak pakai jarumnya. Biasanya Lee akan marah atau mengigit kalau habis diberi obat begitu.

Lee pun pernah sakit cacingan. Kenapa? Sepertinya ini terjadi saat aku malas membersihkan kandang dengan benar. Cirinya biasanya lubang pup kelinci memerah atau hingga berdarah. Kalau sudah begini mau gak mau memberinya obat cacing deh, sambil sesekali diberi daun pisang agak produksi kotorannya tidak terlalu banyak dan tidak mencret.

Apalagi ya sakit yang pernah Lee alami? Loh kok apalagi? Berarti banyak dong? Sepertinya iya, maaf aku belum bisa menjaga kelinci-kelinciku dengan baik T_T

Ohya aku ingat, satu lagi penyakit yang dialami oleh Lee. Tapi penyakit ini berbeda dengan penyakit sebelumnya. Karena penyakit ini terjadi bukan pada badannya, namun hatinya. NGAMBEK!! Hahahaha.. Kata beberapa orang yang bilang kalau aku ini tukang ngamberk, ternyata kelinciku pun suka ngambek. Biasanya Lee ngambek kalau aku menggunting kuku atau mencukur bulunya. Pasti ia tak mau makan beberapa hari. Karena tak mau makan, tentu menurunkan kekebalan tubuhnya dan kupingnya menjadi dingin. Kalau sudah ngambek gini biasanya aku menambahkan vitamin penambah napsu makan yang banyak, biar dia merasa lapar dan mau tidak mau jadi makan deh, hihi jahat ya aku 😛

Lee ngambek gak mau ditaruh di kandang

Lee ngambek gak mau ditaruh di kandang

Saat aku mengucapkan selamat ulang tahun padanya, aku menggendong dia. Kemudian ku tatap matanya sambil berkata “Happy birthday babang Lee jelek!! Selamat ulang tahun ya, sayang. Semakin sehat, keren, baik, pinter, sombong, sok tahu, pokoknya panjang umur buat Lee. Jangan ngambek gak mau makan lagi ya. Jagain Linka (kelinci betinaku) yang bener, jangan dijailin terus Linkanya. Ngalah dikit sama Linka kalo minum (Lee hobi minum, jadi kadang kalau Linka lagi minum suka dijailin diambil minumannya). Pokoknya sehat terus. Kita harus ketemu di ulang tahun Lee di tahun depan! Sehat ya Bang :)”.

Hal yang mengejutkan adalah saat aku mengucapkan kalimat itu sambil memeluknya, saat menatap mataya aku melihat kilauan air mata berkumpul. Memang Lee tak sampai menjatuhkan air mata. Namun kubangan di matanya membuatku semakin sadar bahwa dia mengerti apa yang aku ucapkan. Mungkin dia pun ingin menyampaikan sesuatu untukku, sayangnya itu adalah keterbatasan yang dia miliki.

saat Lee dan Linka bersikap sok tahu nonton film di laptop

saat Lee dan Linka bersikap sok tahu nonton film di laptop

Selamat ulang tahun yang ke-3 kakek Lee, selamat bertemu di ulang tahun yang ke-4 😀 Meskipun tak ada kue ulang tahun dan nyala lilin, bukan berarti aku tak menyayangimu.

Iklan